Selasa, 15 Mei 2012

Jalan Kaki

Jalan Kaki

          Mungkin dari judul di atas sangat sepele dan ga penting, betul ? ya. .. itu gimana akang-akang dan teteh-teteh sekalian yang membaca. Disini saya akan membahas mengenai manfat “Jalan Kaki”. Cekidot aja di bawah ini.
Semenjak di sekolah diberlakukan system “yang membawa kendaraan bermotor harus di lengkapi surat-surat (SIM dan STNK)“ saya jadi terpaksa ke sekolah harus jalan kaki (maklum belum punya sim-nya). Malesin banget kalo tiap hari ke sekolah harus jalan kaki, betul ?  Kenapa ga naik kendaraan umum (angkot) ?  karena tiap naik angkot mau di duduk di depan atau di belakang “SELALU” bertemu dengan yang namanya Asap Rokok. Jangan kan asap rokok, kadang kalo di rumah ada obat nyamuk nyala langsung aja di matiin atau di buang. Dari larangan itulah saya mulai berjalan kaki. Pertama kali mulai jalan kaki banyak pemikiran negative di benak saya, mulai dari duh. . Cape. . panas. . jauh. . kringetan, ntar ngantuk lagi di kelas, pegel dll. Tapi dari situlah saya mengambil pelajaran. Ternyata dengan berjalan kaki kita mendapatkan manfaat yang begitu besar, diantaranya : mencegah kencing manis, mencegah osteoporosis, memperkuat jantung (pria dan wanita), memperkuat tulang, mengurangi penyakit diabetes, mengurangi depresi, baik untuk otak, mengurangi kanker payudara dan kolon, meningkatkan kebugaran, meningkatkan fungsi fisik dan yang paling penting bisa ngirit ongkos XD hehe.
Selain dapat menbugarkan atau menjaga kesehatan tubuh kita juga, dengan berjalan kaki kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan dapat membantu orang lain. Ga percaya? Begini ceritanya :
a.       Kejadian ke 1;
Pada waktu itu seperti biasa saya jalan kaki dari sekolah ke rumah, tiba-tiba saat di perjalanan ada mobil mendekati lalu menanyakan alamat. Kebetulan saya tau, ya sudah di arahin ke alamat tersebut. Nah, dari kejadian tersebut secara tidak langsung kita telah membantu orang tersebut.
b.      Kejadian ke 2;
Pada waktu itu sepulangnya dari sekolah saya mencoba jalan yang belum pernah di lalui oleh saya sebelumnya. Dan akhirnya saya sampai rumah dengan selamat. Di perjalanan pulang saya menjumpai pengamen yang sedang berman gitar lalu seseorang yang sedang bertamu entah kepada siapa, tapi orang tersbut sangat sopan setelah itu ada seorang sales man yang sedang menawarkan sebuah produk kepada ibu-ibu.
Mungkin akang-akang dan teteh-teteh bingung Ilmu pengetahuan yang di dapat nya di sebelah mana? Singkat saja. Semua kejadian di ilustrasi tersebut dan pemilihan jalan berbeda untuk pulang menuju rumah merupakan ilmu “menurut saya”. Mengapa ? Karena ilmu bukan lah hal-hal yang kita pelajari di sekolah dengan duduk dan memperhatikan guru yang sedang cuap-cuap di depan, atau dari buku pelajaran dan semacamnya saja, tapi “menurut saya” ilmu adalah sesuatu yang dapat membuat kita menjadi lebih mengerti dari tidak mengerti, menjadi tau dari tidak tau, paham dan bisa dari tidak bisa akan suatu hal dan dapat kita ambil sisi positifnya lalu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari pengamen saya mendapatkan ilmu tentang kunci-kunci gitar, Dari seseorang yang sedang bertamu, dari situ bila saya bertamu saya selalu mengucapkan salam, mengetuk pintu (ga nyelonong masuk gitu aja).
Dari sales  man saya menjadi tau tentang cara menawarkan produk kepada konsumen (dengan ramah, sopan dan tidak memaksa tentunya).
Memilih jaln pulang berbeda. Saya menjadi tau jalan menuju rumah selain jalan yang biasa saya lalui.

Sekarang gimana kalau hujan, jalanya banjir/becek ?
Kita manusia adalah mahkluk sempurna, mengapa ? karena kita di berikan akal dan pikiran oleh sang maha kuasa. Maka gunakan lah akal tersebut. Kalo hujan tinggal berteduh aja di pinggir kios dan semacamnya atau kita membawa persiapan jas hujan di tas kita.
Takut Sepatunya basah ?
Itu merupakan resiko bagi pejalan kaki terutama ketika jalan dalam keadaan banyak air yang menggenang. Tapi bila akang/teteh lebih kreatif akang/teteh bisa meminjam keresek di kios-kios pinggir jalan atau ke tukang dagang lalu akang/teteh lepaskan sepatu dan kaos kakinya dan masukan ke dalam kresek atau bila akang/teteh membawa tas bisa di masukan kedalam tas. Bereskan?
Sebenarnya banyak sekali Ilmu yang Bermanfaat di sekitar kita. Hanya saja kita malas untuk menguliknya dan mencari tau sumber-sumber terkait. Sebenarnya masih banyak manfaat positif yang dapat kita ambil ketika berjalan kaki. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat buat akang-akang dan teteh-teteh sekalian. Semoga dengan membaca meteri-materi di Blog ini dapat membuat anda lebih termotivasi, kreatif dan lebih action lagi.

Semoga bermanfaat ^_^