Jalan Kaki
Mungkin dari judul di atas sangat sepele dan ga penting, betul ? ya. .. itu gimana akang-akang dan teteh-teteh sekalian yang membaca. Disini saya akan membahas mengenai manfat “Jalan Kaki”. Cekidot aja di bawah ini.
Mungkin dari judul di atas sangat sepele dan ga penting, betul ? ya. .. itu gimana akang-akang dan teteh-teteh sekalian yang membaca. Disini saya akan membahas mengenai manfat “Jalan Kaki”. Cekidot aja di bawah ini.
Semenjak di sekolah diberlakukan system “yang membawa
kendaraan bermotor harus di lengkapi surat-surat (SIM dan STNK)“ saya jadi
terpaksa ke sekolah harus jalan kaki (maklum belum punya sim-nya). Malesin
banget kalo tiap hari ke sekolah harus jalan kaki, betul ? Kenapa ga naik kendaraan umum (angkot) ? karena tiap naik angkot mau di duduk di depan
atau di belakang “SELALU” bertemu dengan yang namanya Asap Rokok. Jangan kan
asap rokok, kadang kalo di rumah ada obat nyamuk nyala langsung aja di matiin
atau di buang. Dari larangan itulah saya mulai berjalan kaki. Pertama kali
mulai jalan kaki banyak pemikiran negative di benak saya, mulai dari duh. .
Cape. . panas. . jauh. . kringetan, ntar ngantuk lagi di kelas, pegel dll. Tapi
dari situlah saya mengambil pelajaran. Ternyata dengan berjalan kaki kita
mendapatkan manfaat yang begitu besar, diantaranya : mencegah kencing manis,
mencegah osteoporosis, memperkuat jantung (pria dan wanita), memperkuat tulang,
mengurangi penyakit diabetes, mengurangi depresi, baik untuk otak, mengurangi
kanker payudara dan kolon, meningkatkan kebugaran, meningkatkan fungsi fisik
dan yang paling penting bisa ngirit ongkos XD hehe.
Selain dapat menbugarkan atau menjaga kesehatan tubuh kita
juga, dengan berjalan kaki kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan dapat
membantu orang lain. Ga percaya? Begini ceritanya :
a.
Kejadian ke 1;
Pada waktu itu
seperti biasa saya jalan kaki dari sekolah ke rumah, tiba-tiba saat di
perjalanan ada mobil mendekati lalu menanyakan alamat. Kebetulan saya tau, ya
sudah di arahin ke alamat tersebut. Nah, dari kejadian tersebut secara tidak
langsung kita telah membantu orang tersebut.
b.
Kejadian ke 2;
Pada waktu itu
sepulangnya dari sekolah saya mencoba jalan yang belum pernah di lalui oleh
saya sebelumnya. Dan akhirnya saya sampai rumah dengan selamat. Di perjalanan
pulang saya menjumpai pengamen yang sedang berman gitar lalu seseorang yang
sedang bertamu entah kepada siapa, tapi orang tersbut sangat sopan setelah itu
ada seorang sales man yang sedang menawarkan sebuah produk kepada ibu-ibu.
Mungkin
akang-akang dan teteh-teteh bingung Ilmu pengetahuan yang di dapat nya di
sebelah mana? Singkat saja. Semua kejadian di ilustrasi tersebut dan pemilihan
jalan berbeda untuk pulang menuju rumah merupakan ilmu “menurut saya”. Mengapa
? Karena ilmu bukan lah hal-hal yang kita pelajari di sekolah dengan duduk dan
memperhatikan guru yang sedang cuap-cuap di depan, atau dari buku pelajaran dan
semacamnya saja, tapi “menurut saya” ilmu adalah sesuatu yang dapat membuat
kita menjadi lebih mengerti dari tidak mengerti, menjadi tau dari tidak tau,
paham dan bisa dari tidak bisa akan suatu hal dan dapat kita ambil sisi
positifnya lalu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari pengamen saya
mendapatkan ilmu tentang kunci-kunci gitar, Dari seseorang yang sedang bertamu,
dari situ bila saya bertamu saya selalu mengucapkan salam, mengetuk pintu (ga
nyelonong masuk gitu aja).
Dari sales man saya menjadi tau tentang cara menawarkan
produk kepada konsumen (dengan ramah, sopan dan tidak memaksa tentunya).
Memilih jaln
pulang berbeda. Saya menjadi tau jalan menuju rumah selain jalan yang biasa
saya lalui.
Sekarang gimana kalau hujan, jalanya banjir/becek ?
Kita manusia adalah mahkluk sempurna, mengapa ? karena kita di berikan akal
dan pikiran oleh sang maha kuasa. Maka gunakan lah akal tersebut. Kalo hujan
tinggal berteduh aja di pinggir kios dan semacamnya atau kita membawa persiapan
jas hujan di tas kita.
Takut Sepatunya basah ?
Itu merupakan resiko bagi pejalan kaki terutama ketika jalan dalam keadaan
banyak air yang menggenang. Tapi bila akang/teteh lebih kreatif akang/teteh
bisa meminjam keresek di kios-kios pinggir jalan atau ke tukang dagang lalu
akang/teteh lepaskan sepatu dan kaos kakinya dan masukan ke dalam kresek atau
bila akang/teteh membawa tas bisa di masukan kedalam tas. Bereskan?
Sebenarnya banyak sekali Ilmu yang Bermanfaat di sekitar kita. Hanya saja
kita malas untuk menguliknya dan mencari tau sumber-sumber terkait. Sebenarnya masih
banyak manfaat positif yang dapat kita ambil ketika berjalan kaki. Semoga
informasi di atas dapat bermanfaat buat akang-akang dan teteh-teteh sekalian.
Semoga dengan membaca meteri-materi di Blog ini dapat membuat anda lebih
termotivasi, kreatif dan lebih action lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar